Minggu, 30 November 2008

ANTOLOGI PUISI SURABAYA 1995

BUNGA RAMPAI BUNGA PINGGIRAN
Antologi Puisi Parade Seni WR Soepratman ‘95
Diterbitkan Panitia Parade Seni WR Soepratman, 31 Mei 1995

Editor: Robin Al-Kautsar dan Aming Aminoedhin

Penyair dan Puisi yang termuat:
1. Akhudiat
-- Surabaya Mengalir
-- Kau Di Situ
-- Sair Nuh
2. Aming Aminoedhin
-- Perjalanan Kereta Api
-- Surabaya Musim Kemarau
-- Suara Risik
3. Anas Yusuf
-- Menjelang Angin
-- Nocturno
-- Yang Terhormat Sepi
4. Arief B. Prasetyo
-- One for Lyla
-- Sejam Percakapan Dalam Sepi
-- Prosesi Abu: Coda
5. Beni Setia
-- Akuarium
-- Memo Tatto
-- Ikan
6. D. Zawawi Imron
-- Sajak Bara
-- Meditasi Clurit
-- Pulang Dari Taman Pahlawan
7. Gatot Sukarman
-- Ia Bacakan
-- Wayang
-- Kuda Jantan Kuda Betina
8. Gimin Artekjursi
-- Sejarah Kejahatan
-- Ode Sang Penyair
-- Airmata
9. Hardjono WS
–- Tutup Titip Tatap
-- Sajak Kotak-Kotak
-- Sajak Kaligreges
10. HU Mardiluhung
-- Anak Yang Kehilangan Masa Lalunya
-- Setelah Menari Bersama Para Wali
-- Sehabis Cinta: Kartun April 1995
11. L. Machali
-- Kota Malam
-- Perabot di Ruang Tunggu
-- Kornea
12. Luthfi Rahman
-- Menghafal Sejarah
-- Akuarium
-- Imaji Coreng Moreng
13. Machfoed Gembong
-- Genderang Setan
-- Ada Yang Teriak
-- Dalang-Dalang
14. Mh. Iskan
-- Malam Lingsir
-- Lembayung Bakung
-- Sangkrah
15. Mh. Zaelani Tammaka
-- Sketsa Perjalanan
-- Ritual Abad Kini
-- Pengembaraan Adam
16. Redi Paudju
-- Berita
` -- Gelisah Chao-Praya
-- Mereka Mentertawakan Kita
17. Robin Al-Kautsar
-- Sebuah Transparasi Untuk Seorang Aktor
-- Kita
-- Alam Benda
18. Rudi Isbandi

-- Keladi
-- Kanthil
-- Mawar
19. Saiful Hadjar
-- Surabaya Yang Kami Terima
-- Ambivalensi
-- Kampung Karangbulak
20. Keliek Eswe
-- Sungai Airmata
-- Matahari Meleleh di Kepalaku
-- Sajak Cinta
21. Surasono Rashar
-– Seutuhnya Penyair
-- Pusat Kedalaman Sungai
-- Di Dalam Air aku Bertemu Engkau
22. Tengsoe Tjahjono
-– Memburu Surabaya
-- Sonet Akar-Akar Pohon
-- Menatap Jakarta
23. Tjahjono Widarmanto
-- Dongeng Tentang Waktu
-- Aku Terus Saja Sunyi
-- Solilokui
24. Tjahjono Widijanto
-- Sketsa
-- Ahasveros
-- My the De Sysiphe
25. Tubagus Hidayatullah
-– Simfoni Tarhim
-- Doa Tobat Sang Penjahat
-- Neraka atau Surga
26. Turmedzi Djaka
-- Hubb
-- Puisi Panas
-- Lukisan
27. Zoya Herawati
-– Sebilah Pisau
-- Lampu Kereta Yang pudar
-- Selamat Malam Tuan Nagai
28. Herry Lamongan
-– Rembulan Langit September
-- Hangat Usia
-- Rumah-Rumah Diam


ditulis kembali datanya oleh: Aming Aminoedhin
1 Desember 2008


ANTOLOGI PUISI DAN GURITAN SURABAYA 2000

OMONGA APA WAE
Kumpulan puisi dan geguritan
Diterbitkan Festival Cak durasim 2000 – Taman Budaya Jawa Timur – Oktober 2000

Editor: Aming Aminoedhin

Penyair dan Puisi Yang Termuat:

1. Eka Pradaning

-– Malam Itu Kekasih
-- Kaliyuga
2. Tengsoe Tjahjono
-– Keroncong Lodeh Surabaya
-- Wayang
3. Tjahjono Widarmanto
-– Nyanyian Brahmana
-- Peta-peta Yang terbakar di Bola Matamu
4. Sugeng Wiyadi
-– Omonga Apa Wae
-- Kanggo Kadang Penggurit
-- Eksposisi Togog
5. HU Mardiluhung
-– Obu 1999
6. W. Haryanto
-– Il Phenomenon
-- Seusai Telum Matahari
7. Tjahjono Widijanto
-– Narasi Tentang Hujan di Hari Kemerdekaan
-- Meditasi Warna
-- Notasi XXXIII
8. Aming Aminoedhin
-– Plaza-Plaza Itu
-- Nyanyian Kota
9. Syaf Anton WR
-– Padang Penyucian
-- Dendam Sejarah
10. RM Yunani Prawiranegara
-– Si Permisi Reformasi
11. Herry Lamongan
-– Jejak Lukisan
-- Sejuta Bayonet
12. Anas Yusuf
-– Seseorang Dengan Serulingnya Menyentuh Gununng
-- Tepi Timur
13. Roesdi-Zaki
-– Pertarungan Baru Dimulai
-- Kalimas
14. Hardjono WS
-– Sendyakalaning Palagan Kurusetra
15. Gatot Sukarman
-– Mari Kita Bicara
-- Bulan dan Malam
16. Widodo Basuki
-– Nyawang Praune Anakku
-- Kadurakan ing Kedung Srengenge
17. Akhudiat
-- Saya Minta Maaf
18. Debora Indrisoewari
-– Anggrek Bulan
-- Bunga Mimpi
19. Beni Setia
-– Monster Hijau
-- Kesunyian Dalam Kepikukan
20. Surasono Rashar
-– Sajak Tentang Bunga
-- Aku Menggambar Wajahku
21. Sabrot D. Malioboro
-– Gang Bisu

ditulis kembali datanya oleh: aming aminoedhin, 1 desember 2008

Tidak ada komentar: